Beranda > Otomotif > Bang, Belok Kiri Ikuti Lampu!

Bang, Belok Kiri Ikuti Lampu!

Ketika kita lewat perempatan tak jarang kita melihat tulisan yang terpampang di bawah lampu lalu lintas. Tapi apakah tulisan ini disadari oleh pengguna motor atau pun mobil?

Oke, pasti udah pada tau tulisan ” Belok kiri ikuti lampu “. :p tetapi apakah tulisan itu udah dilaksanakan dengan baik? Kalau di daerahku kadang dilaksanakan tetapi kadang enggak hhe. Biasanya kalau enggak ada polisi pada lanjut aja walaupun ada tulisan tersebut.

Tetapi bagaimana jika kita pengen melakasanakan peraturan, tetapi yang lain tidak?

Misalnya, kita menggunakan mobil. Terus ada tulisan ‘ Belok kiri ikuti lampu ‘ tetapi mobil yang lain pada nge-bel buat jalan. Apa yang akan anda lakukan? Apakah jalan terus ataukah tetap berhenti? cukup membingungkan bukan? hehehe, mau mematuhi tetapi lingkungan tidak mematuhi

Kalau kata orangtuaku, ” Biar saja mereka nge-bel, nanti kalau pada protes kita tunjukkan tulisan itu ke mereka “. Mungkin ada benernya juga ya kata mereka, walaupun agak kasar juga hahaha:P

Em kalau aku tinggal kondisi aja, kalau belakang enggak pada nge-bel ya aku berhenti. Kalau nge-bel ya lanjut jalan hhe. ( jangan ditiru sikap author ini ).

Terus apa yang terbaik untuk kita?

Ya kalau menurutku sebisa mungkin buat mematuhi peraturan, walaupun aku kadang juga belum tetapi mari kita semua mencoba buat mematuhi aturan itu. Kalau sejak dini udah mematuhi aturan, pasti Indonesia kita akan semakin maju. okay?

Salam ya, Cahya Nugraha

Iklan
Kategori:Otomotif
  1. Januari 7, 2011 pukul 10:35

    kalo ada mobil yang ngebel gitu. pura2 ga denger aja. tunggu pak polisi dateng buat nilang

  2. Desember 30, 2010 pukul 09:25

    di Malang malah lebih banyak rambu “belok kiri langsung”

  3. Desember 30, 2010 pukul 02:34

    soalnya udah ada iklannya mas… kan gak ada yang jaga hehehe…:P

  4. Desember 29, 2010 pukul 09:45

    nek ng suroboyo bal bel ae.. di pisuhi wong liyo bos…

  5. Desember 29, 2010 pukul 08:14

    Hidup disiplin akan menjadikan kita lebih dewasa. Mengikuti aba-aba rambu lalu lintas pun adalah bagian dari kedisiplinan. KEdisiplinan butuh konsistensi, jangan terpengaruh lingkungan. Kalo bisa, kita yg harus bisa mempengaruhi lingkungan kalau ternyata lingkungan tsb justru merugikan 😀

    • Desember 29, 2010 pukul 09:43

      hahaha iya bener bang. Tapi kalau pas di jalan terus nasihati pengendara malah jadi malu hahahaha. Polisi aja yang nasihati harusnya hhe

  6. Desember 28, 2010 pukul 14:29

    masih inget permainan apa yang kamu mainin waktu kecil??
    yuukk.. simak postingan seru, kocak, n menarik di blog pelangii..

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/12/27/back-to-childhood-ala-geng-semoga-eksis/

    jangan lupa kasih komentar yaaa
    makasiiih temanku sayangg 🙂

    salam,
    pelangiituaku

  7. Martha Andival
    Desember 28, 2010 pukul 13:27

    kita harus tetap pada pendirian. Orang lain tidak ikut aturan biarkan saja, jika bisa membantu memberi tahu wah lebih baik. Jika tidak yang tidak masalah. Karena, setiap tindakan kebaikan itu pasti ada manfaatnya. tidak sekarang, suatu hari pasti akan datang masanya,. semuanya tidak akan sia-sia.

    dan jangn meremehkan sebuah aturan, bisa jadi kebiasaan loh. hidup jadi suka ga bisa diatur hehehe

    walau terkesan sepele, tetap sabar dan pasti dapat hikmahnya. kapanpun itu

  8. Desember 28, 2010 pukul 10:58

    harusnya yang ngikuti peraturan lebih merasa benar. sekalian kasih contoh :). salam kenal ya, ini ada undangan lomba ngeblog dari belajar inggris dot net berhadiah jutaan. terima kasih 🙂

  9. Desember 28, 2010 pukul 09:14

    wah, Anas juga bingung mau ngikut mana, tapi yang pasti memang kita harus berani menunjukkan kalau belok kiri itu gak boleh.. Biar cegek tu orang.. hehehe

    salam hangat,
    Kompetisi WEB Kompas MuDa & AQUA

  10. Desember 27, 2010 pukul 20:51

    yah itulah orang-orang di negeri kita.. selalu menyepelekan peraturan yang dianggap remeh.. akhirnya jadi kebiasaan suka melanggar peraturan yang di buat sendiri..

    • Desember 27, 2010 pukul 21:21

      yah beginilah bang hhe. Kebiasaan yang buruk tapi pada enggak sadar hhe ( termasuk sang author ), mari kita berusaha hhe

  11. Desember 27, 2010 pukul 20:31

    Cara terbaik menurut saya, ya mematuhi aturan itu sendiri. Kalau ada yang nge-bel dari belakang, turun dan tabokin saja 😀

    • Desember 27, 2010 pukul 21:03

      haha bener itu om, kalau masih ngeyek di gebrok aja mobil nya, terus suruh pelototin tulisannya hahaha imajinasi liar

  12. Desember 27, 2010 pukul 20:23

    ada juga yang kurang ngeh soal belok kiri ikuti lampu sebab ada juga yang menganggap belok kiri langsung tanpa harus ada petunjuk lampu… paling baik sebisa mungkin ikutin aturan ya

    • Desember 27, 2010 pukul 20:47

      hehe bener itu maa. Mungkin mereka+aku menganggap kalau ke kiri kan masih pada satu jalur hhe. oke akan kami usahakan 🙂

  13. Desember 27, 2010 pukul 19:39

    Peraturan dibuat untuk memudahkan.
    klo mmg tidak membahayakan ya belok aja, ngapain jg ngabisin bensin di perempatan, katanya harus hemat energi.

    trus klo malem2 di lampu merah termasuk rawan, mending langgar lampu merah aja klo mmg kondisi jalan aman.

    • Desember 27, 2010 pukul 20:41

      hahha ada ada aja ni bang juvester. Tapi kalau lampu merah malem? mending jalan hati-hati daripada di bacok orang hahaha

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: