Beranda > Otomotif > Sikap Penentu Kesuksesan

Sikap Penentu Kesuksesan

Sikap penentu kesuksesan. Sikap adalah evaluasi terhadap manusia. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu ( wikipedia ).

Apakah sikap itu penting jalan menuju kesuksesan?

Misalnya saja, anda menemukan masalah dalam mengerjakan pekerjaan rumah anda. Anda yakin bahwa gagasan anda sangat benar dan akan menembus kesuksesan. Tetapi apakah anda tahu apa yang akan terjadi pada masa depan? Bisa saja gagasan yang anda cetus kan bisa meleset.

Apakah yang terbaik?

Kalau menurutku, mending cari-cari informasi tentang penyelesaian masalah tersebut. Daripada gagal, mending menyisihkan waktu sebentar untuk mematangkan gagasan anda.

Contoh yang lain, jika anda mendapatkan masalah dan anda takut untuk mengambil keputusan atas gagasan anda. Maka apa yang akan anda lakukan? Bisa jadi keputusan anda itu adalah keputusan yang benar dan menguntungkan. Benar kan?

Dari dua contoh di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa :

JIKA ANDA MERASA BENAR, JANGAN TERLALU BERANI. JIKA ANDA SEDANG TAKUT, JANGAN TERLALU TAKUT. KARENA KESEIMBANGAN SIKAP ADALAH JALAN MENUJU KESUKSESAN

Salam CNN_network 🙂

gambar diambil dari http://jimmysie.files.wordpress.com/2009/09/attitude3.jpg

Iklan
Kategori:Otomotif
  1. Desember 21, 2010 pukul 17:39

    yg penting bagi saya ga nekat.kl tekat mau sukses lakukan hal2 yg baik dan kerja keras sesuai kemampuan!

    • Desember 21, 2010 pukul 17:56

      kalau udah seperti itu pasti akan sukses mas. Selamat menuju kesuksesan ya !

  2. Desember 21, 2010 pukul 12:22

    tergantung pribadi setiap orng!

  3. Desember 21, 2010 pukul 10:39

    mana kambingnyaa?

    • Desember 21, 2010 pukul 11:09

      Kambingnya sembunyi fit hha, tumben mampir?:)

    • Desember 21, 2010 pukul 12:21

      kambing apa neh..kok lain bahasannya

      • Desember 21, 2010 pukul 17:36

        kok pake kambing segala

      • Desember 21, 2010 pukul 17:55

        oh ini cuma perbincangan lewat SMS sama fitya mas. Tapi ditanyain ke sini hhe. Maaf-maaf 🙂

  4. Desember 19, 2010 pukul 22:29

    saya menemukan kata2 om.. seperti ini “anak kecil lebih cepat belajar naik speda dari pada orang tua, karena dia tak pernah berfikir akan jatuh”

    • Desember 20, 2010 pukul 16:47

      hhe trimakasih kata-kata yang berisi pendapat mas 🙂

      • Desember 21, 2010 pukul 09:38

        sama2 mas… hehe, ntu juga kata2 yang nemu waktu baca2 aja.. hehe,
        oh ya, kok blog punya saya gak ada akun “balas” ya di komentar?,, cara ngasih nya gimana mas?

      • Desember 21, 2010 pukul 11:09

        baca-baca buat kita banyak ilmu hhe. 🙂 aw gmana ya?aku kurang tau mas, soalnya enggak bisa blogspot. Kalau di wordpress udah tersedia dengan sendirinya hhe

  5. Desember 19, 2010 pukul 16:46

    Keseimbangan… semacam Yin dan Yang gitu kali, ya….

    Wow, siswa kelas ICT Padmanaba, ya…. Pasti pintar 🙂

    Salam persahabatan!

  6. Desember 19, 2010 pukul 13:14

    Takut gagal = gagal, karena takut. Maka sebaiknya kita memelihara sikap BERANI GAGAL. Sebab, kesuksesan yg sgt luar biasa, justru dilahirkan dari ribuan kali kegagalan dan kesalahan. Maka berdamailah dgn kegagalan dan kesalahan. Karena kegagalan bukanlah aib memalukan. Salam persahabatan.

    • Desember 19, 2010 pukul 21:33

      waw pendapat individu lain berbeda-beda hhe, trimakasih pendapatnya mas 🙂

  7. Desember 16, 2010 pukul 17:13

    intinya kita bisa stabil ga terpengaruh dengan kondisi yg ada…….. manahan diri dan menahan diri…… emang sikap berlebihan to ga baik ya ga sob?

    • Desember 16, 2010 pukul 21:29

      kalau kita dalam kesetabilan, pasti hidup kita juga akan mengikuti stabil mas hhe,

  8. Desember 16, 2010 pukul 10:06

    karena sikap kita bernilai
    keren dik 🙂

  9. Desember 15, 2010 pukul 22:11

    kalau saya malah suka nekat e… gimana tuh?

    • Desember 16, 2010 pukul 06:35

      ya tergantung individu juga mas, kalau aku lebih suka yang seperti di atas hhe. Kalau nekat, takutnya salah hhe trimakasih mas

  10. Desember 15, 2010 pukul 21:52

    jalan tengah….sinar tawazzun

  11. Desember 15, 2010 pukul 20:18

    Inspiratif sekali tulisanmu cahya, sampai bingung mau komentar gimana. karena komentar saya udah diwakili ma temen2, pokoknya Thanks banget tuk Share nya. 😀

    • Desember 15, 2010 pukul 20:23

      oke mas, trimakasih ya. .:) gak usah bingung mas. Cuma pendapat aja ini hhe

  12. Desember 15, 2010 pukul 19:28

    Sepertinya saya kurang setuju dengan kalimat JIKA ANDA MERASA BENAR, JANGAN TERLALU BERANI.

    Kalo ngga bertindak padahal apa yang kita yakini sudah benar? yang penting jangan membenarkan

    • Desember 15, 2010 pukul 20:22

      menurutku ni mas hhe, kalau kita udah benar. tapi kita enggak tau masa depannya kan? Nah seumpama masa depannya itu mengatakan itu salah, kan malah rugi sendiri kita mas hhe tapi pendapatku itu. Trimakasih pendapatnya

  13. Desember 15, 2010 pukul 17:37

    keseimbangan untuk menentukan gagasan, itu yang lebih tepat.

  14. Desember 15, 2010 pukul 14:55

    Tetapi terlalu banyak pertimbangan juga akan memperlambat suatu kesuksesan. Klo menurut saya, dibutuhkan keberanian yaitu keberanian untuk bertindak dan keberanian untuk gagal(meleset) karena dalam banyak contoh mereka yang berani bertindak dan tidak takut gagal itulah yang banyak menuai kesuksesan sebab dengan berani bertindak, peluang dan kesempatan tidak luput sedangkan dengan kegagalan, kita banyak belajar untuk menjadi yg lebih baik. Klo seperti yang anda tuliskan diatas adalah typical orang yang lamban dan cenderung mencari titik aman seperti gaya pemimpin-pemimpin kita saat ini. Salam kenal

    • Desember 15, 2010 pukul 15:33

      Trimakasih pendapatnya mas, postingan ini dapat melibatkan pendapat yang berbeda-beda. Mungkin karena perbedaan individu dan cara pikirnya mas. hhe. .Wah mas abdul pemikirannya seperti presiden suharto, katanya langsung menghukum para koruptor. Trimakasih pendapatnya mas 🙂

  15. Desember 15, 2010 pukul 14:09

    perwujudan sikap itu umumnya ditentukan juga oleh pengalaman, kebiasaan dan pola pikir…
    SALAM sukses dari Kendari.

    • Desember 15, 2010 pukul 15:31

      bnar mas, kalau kebiasaan, pengalaman, dan pola pikirnya baik.
      Mungkin bisa seperti yang mas suda katakan, akan terwujud sebuah sikap yagn baik pula

  16. Desember 15, 2010 pukul 14:07

    ya..segala hal harus dijalankan dengan seimbang, proporsional, agar berhasil optimal.

    • Desember 15, 2010 pukul 15:30

      kalau semuanya berjalan seimbang, niscaya kesuksesan di depan mata. Keseimbangan dunia dan keseimbangan akhirat hhe

  17. Desember 15, 2010 pukul 13:41

    tentu saja jika di telaah, banyak sebenernya yang penting, ya salah satu nya attitude itu mas 🙂 setuju saya, tanpa ‘sikap’ entah berdiri dan berpijak dimanakah seseorang itu.. 🙂

    • Desember 15, 2010 pukul 15:29

      bnar mas. Terimaksih ya. .kalau tanpa sikap mungkin seseorang akan sulit dalam berdiri dan berpijak hhhe

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: