Beranda > Tulisan > Keinginan Si Penunggu Merapi

Keinginan Si Penunggu Merapi

Memperdalam tentang posting tentang keluarga Ponimin yang telah diposting di Al-Quran Muncul Ketika Merapi Meletus kali ini aku akan membahas tentang istri Ponimin yang konon ditemui oleh sesosok makhluk tua yang misteriud. Pada saat istri Ponimin telah usai melakukan ibadah Islam yaitu solat lima waktu, dia mendapat keinginan untuk berjalan keluar rumah. Tiba-tiba di jalan dia ditemui orang tua yang berkata, ” Koe arep nengdi?, kono lek semingkir, arep tak nggo dalan”, kalau di artikan dengan bahasa Indonesia “kamu mau kemana?cepat pergi, disini mau aku jadikan jalan”Ibu itu juga berbalik tanya, “Lha koe arep nengdi?”, dalam bahasa Indonesia “Trus kamu mau kemana?”, ” Aku arep neng kraton, nek ra oleh tak rusak desa ki”( aku mau ke kraton, kalau tidak boleh aku akan merusak desa ini), kata orang tua itu yang belakang tubuhnya membawa kotak api. Setelah itu, Ibu itu masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba ada awan panas yang meluncur menuju perkampungan mbah marijan. ( Kenapa keluarga Ponimin selamat ketika mbah marijan si penunggu merapi meninggal? ), ternyta dengan keagungan Tuhan meraka masuk kedalam kerudung Ibu Ponimin yang besar dan ibu Ponimin memegang Al-Quran. ( Tetapi kenapa bisa Ponimin terluka kalinya? ), katanya kaki Ponimin tidak tertutupi oleh kerudung itu, jadi terbakar oleh awan panas tersebut. Sungguh Allah sangat mulia, telah menyelamatkan mereka dari maut yang mengancam. Nah kita seharusnya dapat mengambil hikmah dari kejadian tersebut, kita selalu dilindungi oleh Allah. Makadari itu, kita wajib untuk menjalankan perintah-Nya. OKEEE

Iklan
Kategori:Tulisan
  1. anilazirigaras
    November 19, 2010 pukul 15:15

    ohohohoho…
    ternyata orang jogja juga tho??

    • November 19, 2010 pukul 15:48

      ya orang jogja mbak hehehe, kamu orang mana? trimakasih udah mau berkunjung di blog sederhana ini:)

      • anilazirigaras
        November 20, 2010 pukul 00:45

        saya juga sekarang lagi jadi org jogja,hhho

      • November 20, 2010 pukul 14:31

        iya, dulunya orang bogor kan? hhe aku tau dari nothingwrongwirhmylonghair

  2. November 17, 2010 pukul 11:20

    o gitu ceritanya, soalnya aku ga tau cerita yang ini. makasi sob

    • November 17, 2010 pukul 15:23

      begitulah mas, itu kulasan cerita dari nenekku ( juga korban merapi ) yang melihat acara TV di malam hari kok, jadi aku pikir buat bahan tulisan juga bagus, Mkasih sob

  3. Sya
    November 6, 2010 pukul 11:59

    okeeee 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: