Beranda > Tulisan > Al-Quran Muncul Ketika Merapi Meletus

Al-Quran Muncul Ketika Merapi Meletus

cahyanugraha.wordpress.com—Sekitar pukul 17.05 WIB Gunung Merapi yang terletak di Sleman melelehkan awan panas dan magmanya ke permukaan bumi, kejadian itu membuat panik warga sekitar gunug merapi. Tak disangka keluarga Pak Ponimin seorang abdi dalem kraton Jogjakarta masih berada di dalam ruamhnya yang lokasinya diatas rumah Mbah Marijan sang juru kunci merapi.

Kepada Tribunnews.com, Pak Ponimin menceritakan pengalamannya. Suhu saat itu sangat panas, bisa mencapai 600 drajat selsius, beberapa bagian rumah Ponimin rusak karena terjangan awan panas tersebut. “Dari genteng yang pecah itu pasir, abu, awan panas masuk kedalam plafon. Akibatnya, sebagian plafon ambrok”, kata Lilik anak Ponimin

Meskipun suhu disana sudah diperkirakan mencapai 600 drajat tetapi 3 kardus air mineral tidak menguap sama sekali, begitu juga pakaian dan sepeda motornya pun tidak leleh.  Dari keanehan-keanehan tersebut ada satu diantaranya yaitu ditemukannya Al-Quran sebanyak lima buku di kamar yang mereka tempati. “Al-Quran itu bisanya tidak ada disitu, tetapi tiba-tiba ada di dekat kami”, kata Lilik.

Setelah bingung mengapa AL-Quran bisa ada disitu mereka merasa tidak betah berada dalam rumah. Tak ingin berlama-lama dalam rumah keluarga Ponimin bergegas menuju garasi dan keluar dengan avansa silver. Namun, beberapa menit kemudian mobil itu tidak dapat berjalan dikarenakan bannya meleleh. “Ban depan meleleh kena abu dan pasor panas. Tak lama kemudian gantian ban belakang yang meleleh”, kenang Lilik

Baru beberapa menit keluarga Ponimin tidak tahan terhadap suhu panas yang menerkan meraka di dalam mobil. Tak ada cara lain mereka harus keluar dan menuju ke rumah lagi.  Dipakainya bantal di dalam mobil untuk alas kaki supaya tak terkena pasir panas.

Kembali ke dalam rumah, keluarga itu disergap oleh rasa ketidak pastian, dengan penuh paksaan mereka memberanikan diri untuk keluar dengan berjalan kaki.

Sebelumnya, ada relawan bernama Pandu Nugraha yang akan membantu keluarga Ponimin. ” Relawan itu datang ke rumah kami menggunakan motor trail. Dia juga membawakan oksigen sesuai dengan permintaan kami. Saya melihat, dia menggunakan sepatu boot yang dikenakannya meleleh”, jelas Lilik.

“Relawan tersebut dan tetangga kami yang bernama Pak Tris bersama kami memutuskan untuk  keluar rumah berjalan kaki sekitar pukul 23.00. “, kata Lilik. Untuk mengelabuhi pasir panas di jalanan, Lilik mengambil bantal kursi untuk pijakan . Meraka menggunakannya secara estafet sejauh kurang lebih 500 meter. Selanjutnya mereka berjalan tanpa alas sejauh 1 km menuju kaki gunung.  Keluarga tersebut kemudian dievakuasi ke RS Panti Nugroho untuk mendapatkan pengobatan.

(ditulis dengan inti sama oleh cahyanugraha.wordpress.com) : )

sumber

Iklan
Kategori:Tulisan
  1. Juni 23, 2011 pukul 17:13

    Koq, gak diceritain lagi al-Qurannya gmn?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: